Jakarta – Upaya Lena Simanjuntak-Mertes dan PLOt untuk menghidupkan lagi Opera Batak, tidak setengah-setengah. Menyusul pementasan Jakarta, tepatnya di Graha William Soerdjaya, Universitas Kristen Indonesia, pekan lalu, Lena langsung meluncurkan buku naskahnya.

Buku setebal 276 halaman itu cukup unik, karena diterbitkan dalam empat bahasa. Yakni Indonesia, Inggris, Jerman dan Batak Toba. Plus dilampirkan pula naskah dalam aksara Batak Toba.

http://images.detik.com/content/2013/10/28/1059/edit_dalam_pesta_batak_77.jpg

Alih bahasa ke Bahasa Inggris dilakukan oleh Mikhael Boddenm seorang ahli teater dari Universitas Kanada. Sementara terjemahannya ke dalam bahasa Jerman oleh Sabbine Mueller.

Baca juga:  Tulila / Talatoit - Alat Musik dari Sumatera Utara

Penerjemahan ke bahasa Batak dilakukan oleh Thompson Hs (Direktur Artistik PLOt). Sedangkan transliterasi aksara ke varian Toba dilakukan oleh Thompson Hs dan Manguji Nababan, seorang ahli Batakolog.

Baca juga:  Saat Orang Batak Meneguhkan Jati Diri

“Menurut saya ini buku yang cukup unik ya. Bahkan mungkin baru pertama kali ada di dunia, buku naskah opera diterbitkan dalam empat bahasa,” kata Lena.

Baca juga:  Film'Mursala' Didaftarkan ke Festival Film Cannes

 

Sumber : detik.com

sipeop na godang ndang marlobi-lobi, si peop na otik ndang hurangan.

BATAKPEDIA