NusantaraIndonesia.net – Kota Tanjungpinang terletak di Pulau Bintan, sebagai pusat pemerintahan provinsi Kepulauan Riau sekaligus perbatasan dengan dua negara tetangga. Di kota inilah terdapat Pelabuhan Sri Bintan Pura yang menyediakan kapal feri dan feri cepat menuju Singapura dan Malaysia.

Sudah tahu belum, asal-usul Bahasa Indonesia ternyata bermula dari kota ini lho! Yuk, simak 7 tempat wisata menarik di Tanjungpinang. Salah satunya ada Pulau Penyengat, tempat kelahiran Bahasa Indonesia.

Pantai Trikora

Meski letaknya jauh dari Tanjungpinang, pesona Pantai Trikora bikin wisatawan rela menempuh jarak 45 km ke sana. Pantai ini terbagi menjadi empat bagian yang ditandai sebagai Trikora 1, 2, 3 dan 4.

Di sekitarnya berjajar resor-resor mewah, hutan magrove dan resto seafood yang menggugah selera. Jangan lewatkan juga sensasi snorkeling di sini, pemandangan bawah lautnya cantik banget bikin makin betah liburan.

Tepi Laut

Dinamakan Tepi Laut karena tempat ini memang berada di pinggir pantai, memanjang hingga melewati 4 ruas jalan besar. Tepi Laut berlokasi di Tanjungpinang, menyuguhkan pemandangan Selat Riau, Pulau Penyengat, Kampung Bungis dan beberapa pulau lain di sekitarnya.

Baca juga:  Berkunjung ke Sentra Batik 3 Negara di Batang

Di sini berdiri lebih dari 20 bangunan penting mulai dari instansi pemerintahan hingga aneka spot kulineran. Berwisata ke Tepi Laut dijamin puas banget, apa saja tersedia termasuk penginapan.

Pulau Dompak

Di selatan kota Tanjungpinang, kamu akan melihat jembatan besar nan kokoh yang menghubungkan Pulau Bintan dengan Pulau Dompak. Jembatan ini dinamai Jembatan Dompak, yang kini makin ramai dikunjungi warga dan wisatawan yang ingin berfoto.

Pulau seluas 995 hektar ini dijadikan sebagai pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau. Maka dari itu dibangun 2 buah jembatan besar yang menghubungkan Pulau Dompak dengan Kota Tanjungpinang.

Pulau Penyengat

Berjarak 2 km dari pusat Kota Tanjungpinang ada Pulau Penyengat yang dijuluki sebagai tempat kelahiran Bahasa Indonesia. Di pulau inilah terdapat Monumen Bahasa Melayu serta Balai Adat Melayu, dua bukti cikal bakal kebudayaan dan bahasa ibu Indonesia.

Monumen Bahasa Melayu dibangun untuk menghormati jasa Raja Ali Haji, seorang ulama, sejarawan dan pujangga keturunan Bugis-Melayu. Beliau dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional di Bidang Sastra dan Bahasa. Raja Ali Haji inilah yang pertama kali mencatat dasar-dasar tata bahasa, lalu membukukannya menjadi sebuah buku berjudul “Pedoman Bahasa”.

Baca juga:  5 Fakta tentang Gedung Joang 45 Jakarta

Pulau Penyengat menjadi salah satu ikon wisata Kepulauan Riau. Di sinilah tempat awal pusat pemerintahan Kerajaan Riau, setelah memenangi sengketa dengan Kerajaan Johor dan berdiri sendiri sebagai sebuah kesultanan baru.

Tugu Pensil

Mahakarya Raja Ali Haji yang berjudul “Gurindam Dua Belas” dibuatkan sebuah prasasti yang bersebelahan dengan Tugu Pensil. Yup, sesuai namanya tugu ini memang berwujud pensil dalam ukuran besar.

Tugu yang dibangun pada tahun 1960-an ini sebagai wujud penghargaan bagi Kepulauan Riau, yang gencar menjalankan program Pemberantasan Buta Huruf (PBH) kepada seluruh warganya. Tugu Pensil nggak jauh dari kota Tanjungpinang, kamu wajib mampir nih untuk melihat langsung monumen syarat nilai edukasi ini.

Masjid Raya Sultan Riau

Di Pulau Penyengat ada satu wisata religi yang terkenal sejak dulu, yaitu Masjid Raya Sultan Riau. Usia masjid ini sudah ratusan tahun lho, dibangun sejak akhir abad ke-17 dan baru rampung sekitar tahun 1812.

Masjid Raya Sultan Riau sempat direnovasi pada 1832 untuk melakukan penggantian di beberapa titik menjadi struktur beton. Sejak saat itu, masjid ini nggak pernah direnovasi lagi dan tetap berdiri kokoh sampai sekarang. Keren banget kan?

Baca juga:  Sejarah SMPN 5 dan 6 Kota Blitar

Dari Pelabuhan Sri Bintan Pura dan Dermaga Panjang di Kota Tanjungpinang, masjid ini bisa dilihat dengan jelas. Warna kuning dan hijaunya cukup mencolok. Ditambah 13 kubah dan 4 menara runcing setinggi hampir 19 meter membuatnya makin nampak megah.

Vihara Ksitigarbha Bodhisattva

Pernah mendengar tempat bernama Vihara 1000 Wajah? Di Kota Tanjungpinang inilah tempatnya, ada Vihara Ksitigarbha Bodhisattva yang menyimpan 1000 buah patung di dalamnya.

Lokasi vihara ini sekitar 10 km dari pusat Kota Tanjungpinang, butuh waktu sekitar 20-30 menit perjalanan. Ksitigarbha Bodhisattva awalnya dibangun untuk tempat ibadah umat beragama Buddha. Banyaknya lahan kosong yang tersisa kemudian dikelola oleh pemuka agama dan pemerintah untuk membangun 1000 buah patung.

Spot ini yang kemudian menarik minat para wisatawan, baik yang beragama Buddha atau bukan. Mereka datang ke vihara untuk berfoto dan mengagumi kemegahan arsitekturnya. Memang sayang banget kalau dilewatkan, termasuk destinasi unik nih! [reservasi.com]