IAS dalam bahasa Batak berarti bersih. Itulah menjadi tujuan IAS (Inganan Asa Sonang) Local Working Group (LWG) untuk menjadikan Danau Toba menjadi Inganan Asa Sonang (tempat bersih yang menyenangkan) dan orang orang di dalamnya juga makin IAS, bersih secara jasmani dan rohani.

IAS terbentuk Jumat (17/5) Mei, saat ini diketuai oleh Sebastian Hutabarat. LWG IAS  diinisiasi oleh Kementrian Pariwisata dan memiliki komitmen mempromosikan keindahan Danau Toba sebagai salah satu wilayah Destination Managemen Organitation (DMO) di Sumatera Utara.

Baca juga:  Festival Lima Gunung di Magelang, "Setengah Kota, Setengah Desa"

DMO Toba dan sekitarnya, termasuk satu di antara 29 lokasi daya tarik wisata di Indonesia yang menjadi fokus promosi Kemenparekraf dalam rangka memacu pertumbuhan jumlah wisatawan serta mendorong agar destinasi maupun ekonomi industri kreatif lokal dapat mendunia.

Baca juga:  Selain Pelabuhan, Kemenhub Akan Bangun 6 Kapal Wisata di Danau Toba

Sebastian menyebutkan, selain mengajak masyarakat ikut berperan membersihkan kawasan danau dari tumpukan sampah dan tumbuhan pengganggu eceng gondok, pihaknya juga aktif mengkampanyekan tentang pentingnya mempertahankan kelestarian Danau Toba.

Salah satu upaya menjaga kelestarian Danau Toba adalah dengan cara tidak membuang sampah dan limbah cair ke danau terbesar di Asia itu.

Baca juga:  5 Pulau yang Wajib Kamu Kunjungi Di Maluku

IAS

 Ingat Poda Na Lima :

  • Paias roham, (bersihkan hatimu)
  • Paias dirim,(bersihkan dirimu)
  • Paias paheanmu,(bersihkan pakaianmu)
  • Paias jabum,(bersihkan rumahmu)
  • Paias alamanmu (bersihkan halamanmu)

Mari kita dukung program IAS !!!

 

sipeop na godang ndang marlobi-lobi, si peop na otik ndang hurangan.

BATAKPEDIA