Medan- Film dokumenter tentang tiga kisah pemuda-pemudi keturunan suku Batak dan budaya warisan leluhurnya yang dibuat sineas asal Bali, IGK Trisna Pramana, rencananya akan diputar di Balai Kota Medan pada akhir Januari 2013.”Saya baru mulai syuting 2 Januari. Rencananya launching di Medan akhir Januari atau awal Februari,” kata pria yang juga terlibat dalam pembuatan film Eat, Pray, Love dan film seri Dead Mine yang akan diputar di HBO itu, Selasa (31/12/2012). Film akan diputar di Balai Kota yang tahun depan rencananya akan diubah menjadi pusat kegiatan kesenian dan budaya.Pria lulusan Institut Kesenian Jakarta yang biasa dipanggil Ketut ini mengatakan, ia juga ingin film ini diputar di Jakarta International Film Festival seperti film terdahulunya, First Step, yang pernah diputar pada tahun 2006 silam.

Baca juga:  Dalihan Na Tolu

Film ini melemparkan kasus seputar pergulatan identitas kaum muda batak, merantau, dan perjodohan melalui kisah hidup tiga pemerannya, Rini, Softie, dan Yoseph. Rini adalah kelahiran Palembang, mahasiswa sebuah universitas di Medan yang berencana melanjutkan studi ke luar negeri, Softie asal Malang yang diminta orang tuanya untuk mencari suami keturunan batak, dan pria kelahiran Sumatera Utara yang kuliah di Yogyakarta namun belum memutuskan untuk kembali ke tanak kelahirannya, Yoseph.

Baca juga:  Oukup – Sauna Batak

“Melalui film ini saya akan melemparkan kasus seperti pentingkah bahasa batak itu dipertahankan atau tentang adat pernikahan yang membeda-bedakan tuhor (mahar) berdasarkan jenjang pendidikan pengantin perempuan. Saya rasa itu pelik juga,” katanya.

Baca juga:  Watervang Sumatera Selatan

Sumber : tribunnews.com.

sipeop na godang ndang marlobi-lobi, si peop na otik ndang hurangan.

BATAKPEDIA